QRIS dan UMKM Indonesia: Implementasi, Tantangan, dan Peluang Menuju Inklusi Digital ASEAN
DOI:
https://doi.org/10.64694/jmrbi.v14i02.160Keywords:
QRIS, UMKM, sistem pembayaran digital, inklusi keuangan, ASEANAbstract
Transformasi sistem pembayaran digital di Indonesia mengalami percepatan signifikan sejak
diberlakukannya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh Bank Indonesia. QRIS
dirancang sebagai standar nasional pembayaran berbasis kode QR yang bertujuan meningkatkan
efisiensi transaksi, interoperabilitas sistem pembayaran, serta inklusi keuangan, khususnya bagi pelaku
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
implementasi QRIS, tantangan adopsi yang dihadapi UMKM, serta peluang pengembangan QRIS
dalam konteks integrasi pembayaran regional ASEAN. Metode penelitian yang digunakan adalah
pendekatan kualitatif-deskriptif dengan studi literatur, analisis regulasi, serta studi kasus implementasi
QRIS di Indonesia dan QR Ph di Filipina. Hasil kajian menunjukkan bahwa QRIS berperan strategis
dalam mendorong digitalisasi UMKM, namun masih menghadapi tantangan berupa literasi keuangan
digital, persepsi keamanan, serta resistensi biaya Merchant Discount Rate (MDR). Integrasi sosioteknologi dan sinergi lintas negara ASEAN menjadi faktor kunci keberlanjutan QRIS ke depan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 gairah sinulingga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




