ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, RASIO SOLVABILITAS, RASIO PROFITABILITAS, DAN RASIO AKTIVITAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT UNILEVER INDONESIA TBK. JAKARTA (Periode Tahun 2019-2023)
DOI:
https://doi.org/10.64694/jmrbi.v14i03.153Keywords:
Rasio likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, Rasio Aktivitas, Kinerja KeuanganAbstract
Penelitian ini berjudul Analisis Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas dan Rasio Aktivitas untuk Menilai Kinerja Keuangan PT Unilever Indonesia Tbk, Jakarta.
Tujuan Penelitian ini memperoleh informasi dari hasil olahan data seberapa besar rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan aktivitas dapat digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis dengan jenis penelitian deskriptif dan verifikasi. Bentuk penelitiannya adalah kualitatif dan kuantitatif. Teknik sampel yang digunakan adalah Non Probability Sampling dengan jenis Purposive Sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah horizontal dan vertikal.
Hasil penelitian ini berdasarkan analisis rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas untuk menilai kinerja keuangan pada tahun 2023, pada tahun tersebut rasio likuiditas yaitu current ratio dan quick ratio sebesar 55,17% dan 29,97% dibandingkan dengan rata-rata tahun 2019-2023 sebesar 61,76% dan 39,21% dan standar industri Kasmir sebesar 200% dan 150% dinilai kurang baik. Rasio solvabilitas yaitu dept to asset ratio dan dept to equity ratio sebesar 79,71% dan 392,84% dibandingkan dengan rata-rata tahun 2019-2023 sebesar 77,12% dan 339,85% dan standar industri Kasmir sebesar 35% dan 80% dinilai kurang baik. Rasio profitabilitas yaitu return on investment (ROI), return on equity (ROE), dan net profit margin sebesar 26,21%, 141,99% dan 12,43% dibandingkan dengan rata-rata tahun 2019-2023 sebesar 31,22%, 128,09%, dan 14,78% dan standar industri Kasmir sebesar 30%, 40% dan 20% untuk ROI dan NPM dinilai kurang baik, dan ROE dinilai baik. Rasio aktivitas yaitu receivable turnover, inventory turnover, perputaran total aset sebesar 12,32 kali, 15,94 kali, dan 2,32 kali dibandingkan dengan rata-rata tahun 2019-2023 sebesar 9,92 kali, 16,57 kali, dan 2,16 kali dan standar industri Kasmir sebesar 15 kali, 20 kali, dan 2 kali, untuk receivable turnover dan inventory turnover dinilai kurang baik, untuk perputaran total aset dinilai baik. Dari hasil penelitian analisis rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas dapat dinilai dalam kondisi kurang baik. Hasil hipotesis H0 ditolak dan H1, H2, H3, dan H4 diterima terbukti bahwa rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas dapat digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andi Silvan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




